Talk about VGA….

Posted by adityagilangp11j on September 17, 2012 in around fapet |

slot PCI dan AGP

VGA card atau graphics card mempunyai fungsi untuk menampilkan gambar/video yang diproses atau dihasilkan komputer. Seiring perkembangan teknologi, fungsi graphics card berkembang hingga mencakup beberapa fungsi tambahan, seperti menampillkan gambar/animasi 3D dan melakukan sebagian/seluruh tugas video decoding saat anda menonton video. Semakin besar ukuran layar, semakin besar resolusi. Semakin besar resolusi, semakin banyak pixel yang harus digambar

Terdapat 2 jenis graphics card yang dipakai saat ini, yaitu AGP dan PCI express, perbedaannya adalah pada slot yang digunakan pada motherboard, jadi slot AGP dan PCI.

 

PCI

Peripheral Component Interconnect (PCI) adalah sistem intra-connection antara mikroprosesor dan perangkat yang dihubungkan ke slot-slot yang diletakkan berdampingan antara satu sama lain. PCI berfungsi pada 32 bit pada 124 pin dan 64 bit pada 188 pin. Slot PCI ini biasanya berwarna putih, antara perangkatperangkat yang diletakkan di slot ini adalah modem, kartu jaringan (network card), kartu suara (sound card) dan lain-lain.

PCI merupakan bus yang tidak tergantung pada prosesor yang bandwidth nya tinggi yang dapat berfungsi sebagai bus periferal. Dibandingkan dengan spesifikasi bus lainnya, PCI memberikan system yang lebih baik bagi subsistem I/O berkecepatan tinggi (misalnya: graphic display adapter, network interface controller, disk controller, dan lainlain.). Standar yang berlaku saat ini mengizinkan penggunaan sampai 64 saluran dan pada kecepatan 33 MHz, bagi kecepatan transfer 264 Mbyte/second atau 2,112 Gbps. Namun bukan hanya kecepatannya saja yang tinggi yang membuat PCI menarik, tetapi juga karena PCI dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan I/O sistem yang modern secara ekonomis, PCI hanya memerlukan keping yang lebih sedikit untuk mengimplementasikan dan mendukung bus lainnya yang dihubungkan ke bus PCI.

 

AGP

Pada tahun 1997, Intel memperkenalkan sebuah serial bus baru yang disebut Accelerated Graphics Port (AGP). AGP ini di desain khusus untuk mendukung video card.

AGP dibuat dengan dua tujuan yaitu :

  •  Untuk mendukung kerja PCI bus yang berhubungan dengan

grafik data.

  •  Untuk mendapatkan bandwith yang lebih baik dari sistem

video.

AGP memiliki potensi yang lebih besar dibandingkan PCI karena memiliki angka clock yang lebih besar. Masih banyak kelebihan AGP misalnya kecepatan transfer. Sebagai contoh: clock normal pada bus PCI (33MHz) dapat menerima maksimal 132MB/detik. Walaupun angka ini terkesan besar, tapi masih sangat minim bila dibandingkan dengan permintaan kecepatan transfer beberapa game 3-D. Di sisi lain AGP2x (@66MHz) dapat mencapai kecepatan transfer puncak/maksimal 528MB/detik.

Dapat dilihat socket dari AGP. Socket tersebut mirip dengan PCI socket tetapi ditempatkan pada tempat yang berbeda pada boardnya. Di bagian paling atas dapat dilihat dua buah socket ISA (hitam). Kemudian empat buah PCI socket (putih), dan yang terakhir adalah AGP socket (coklat). Sebenarnya, socket AGP terlihat sama persis dengan socket PCI. Tetapi, socket tersebut ditempatkan di tempat yang berbeda sehingga tidak dapat sembarangan menyimpan AGP card pada socket PCI.

 

Probiotik Bagi Peternakan

Posted by adityagilangp11j on September 7, 2012 in fapet |

Beberapa penelitian menunjukkan, penambahan probiotik mempunyai dampak positif. Salah satunya menyatakan, bahwa banyaknya kandungan mikroorganisme hidup dalam usus ternak dapat memengaruhi metabolisme dalam usus, meningkatkan populasi mikroorganisme yang menguntungkan, sehingga produktivitas ternak lebih baik.
Probiotik merupakan produk yang mengandung mikroorganisme hidup nonpatogen yang ditambahkan ke dalam pakan, yang dapat memengaruhi laju pertumbuhan, efisiensi penggunaan ransum, kecernaan bahan pakan dan kesehatan ternak melalui perbaikan keseimbangan mikroorganisme dalam saluran pencernaan.
Beberapa mikroba yang berasal dari saluran pencernaan ternak unggas, terutama pada ayam pedaging dan ayam petelur, telah direkomendasikan oleh beberapa penelitian sebagai sumber probiotik yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan pertumbuhan, produksi telur, efisiensi pakan dan menghasilkan produk ternak (daging dan telur) yang rendah kolesterol, serta mengurangi bau kandang.
Beberapa mikroorganisme –yang disebut EM/Effective Microorganisms- yang banyak diterapkan dalam pertanian dan peternakan antara lain: EM-2, EM-3, EM-4, kultur kapang, kultur mikroba rumen, mikroorganisme yang diklon dengan sel pembentukan hormon. EM-2 ialah campuran lebih dari 80 spesies mikroorganisme. Bentuknya cair dengan pH 7,0 dan disimpan dalam pH 8,5. Jumlah mikroorganisme dalam kultur sangat pada mencapai 109/gr. EM-3 merupakan kultur bakteri yang terdiri dari 95% bakteri fotosintetik yang disimpan pada pH 8,5 dengan jumlah sama dengan EM-2. EM-4 merupakan mikroorganisme yang banyak digunakan bagi peternakan, karena 90% bakteri di dalamnya ialah Lactobacillus Spp. Bakteri lainnya Azotobacter, Clostridia, Enterobacter, Agrobacterium, Erwinia, Pseudomonas, dan mikroorganisme pembentuk asam laktat. Media kulturnya berbentuk cairan dengan pH 4,5. Jumlah mikroorganisme di dalamnya sama dengan EM-2 dan EM-3.

Dalam bidang peternakan, arti probiotik cukup penting karena saat ini sebagian orang takut terhadap makanan yang mengandung kolesterol. Kadar kolesterol biasanya tinggi pada makanan yang kadar lemaknya tinggi. Dengan pemanfaatan probiotik, kini muncul produk ternak seperti telur rendah kolesterol, daging sapi rendah kolesterol, daging broiler bebas residu antibiotik, dan banyak lagi produk lainnya.

Selain itu, banyak peternak yang memanfaatkan EM-4 dengan maksud untuk menghilangkan bau dalam kandang, dan ternyata dengan pengamatan sekilas hasilnya cukup memuaskan. Untuk mengurangi keadaan ini memang masih diperlukan penelitian yang intensif, lebih cermat dan dengan data yang terukur.

Dari berbagai hasil penelitian, maka efek probiotik pada ternak secara garis besar adalah : 1) Meningkatkan laju pertumbuhan ternak potong, ayam dan babi (Fuller, 1992). Peningkatan laju pertumbuhan ini terjadi dengan menekan jumlah mikroorganisme patogen yang mengganggu pertumbuhan dalam kondisi subklinis, 2) Memperbaiki produksi susu secara kualitatif dan kuantitatif (William dan New Bold, 1990). Untuk ini mikroorganisme yang paling baik ialah kapang Saccharomyces cerevisiae dan Aspergillus oryzae, 3) Meningkatkan produksi telur baik jumlah maupun berat telurnya (Fuller, 1992), 4) Memperbaiki konversi ransum pada ayam yang diberi Enterococcus faecium (Kumprent, dkk. 1984), 5) meningkatkan kesehatan ternak (Fuller, 1992).

sumber : poultryindonesia.com

1

Hello world!

Posted by adityagilangp11j on September 4, 2012 in Uncategorized |

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

Copyright © 2012-2015 another ag's blog All rights reserved.
This site is using the Desk Mess Mirrored theme, v2.3, from BuyNowShop.com.